Search
image

Pondok Pesantren Al Amien Kediri

Be the first to review

Pondok pesantren Al Amien didirikan oleh K.H. Muhammad
Anwar Iskandar. Beliau mendirikan pondok pesantren ini dengan dilatar
belakangi melihat keadaan masyarakat sekitar khusunya yang ada di
wilayah Ngasinan Rejomulyo masih banyak kekurangan nilai agama yang
ada pada dirinya. Di tambahakan pula dengan keadaan kaum muda
khusunya para pelajar yang ada di sekitar di wilayah Ngasinan Rejomulyo
yang masih hura-hura atau belum mempunyai sopan santun yang baik.

Dahulu masyarakat Ngasinan Rejomulyo khusunya pemuda atau
para pelajar banyak yang belum bisa mengaji dan sangat sedikit yang
mengetahui tata cara membaca Alquran dengan baik dan benar, bahkan
mereka dianggap sebagai masyarakat abangan yang tidak perduli ajaran
agama. K.H. Muhammad Anwar Iskandar melihat jika para pemuda atau
para pelajar memiliki kebiasaan yang kurang baik ini dibiarkan saja dan
tidak di bimbing dengan benar disertai ilmu agama yang baik ini maka
akan berdampak pada dirinya sendiri, bangsa dan negara.

Selain itu didikan dari keluarga K.H. Muhammad Anwar Iskandar
yang mengajarkan untuk selalu berjuang selama masih hidup khusunya di
jalan agama. Adapun jalan untuk berjuang itu bermacam-macam, seperti
lewat pendidikan, politik, dan sosial masyarakat asalkan bermanfaat bagi
agama, masyarakat, bangsa dan negara. Pesan inilah yang membuat K.H.
Muhammad Iskandar ingin mendirikan Pondok Pesantren Al-Amien.

Dari dasar itulah K.H Muhammad Anwar Iskandar akhirnya
mendirikan Pondok Pesantren Al-Amien yang nantinya di harapkan agar
dapat memberikan tempat yang sehat (suasana yang religius) dan
mempunyai akhlaqul karimah kepada para pelajar ataupun pemuda
penurus bangsa agar mereka terhindar dari pergaulan yang tidak baik. Di
samping itu, diharapkan para pelajar dapat memperoleh ilmu agama dan
umum secara seimbang serta dapat hidup mandiri. Mereka dapat belajar
berinteraksi dengan lingkunganya baik sesama teman, masyarakat. Hal ini
juga tidak terlepas dari keinginan masyarakat untuk menempatkan putra
putrinya dalam pondok pesantren. Karena para orang tua khawatir anak –
anaknya akan terjerumus dalam lingkungan yang tidak baik (pergaulan
bebas) dan mengharapkan anaknya mendapatkan ilmu agama dan umum
yang bermanfaat.

Kehadiran sebuah Pondok Pesantren Al-Amien di tengah-tengah
masyarakat tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai
lembaga penyiaran agama dan sosial keagamaan. Ciri khas pesantren yang flexibel ternyata mampu mengadaptasi diri dengan masyarakat
sertamemenuhi tuntutan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan pondok
pesantren sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar maupun masyarakat
luas khusunya bagi masyarakat sekitar Ngasinan Rejomulyo.

image