Search
image

Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Al Jailani

Be the first to review

Pondok pesantren Syekh Abdul Qodir al-Jailani berada di desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kelahirannya berawal dari jamaah pengajian manakib Syekh Abdul Qodir al-Jailani yang dirintis oleh KH. Aminuddin. Istilah “manakiban” dikenal oleh masyarakat Rangkang sejak dulu, dan dilaksanakan oleh warga masyarakat yang dikumpulkan setiap bulan oleh KH. Aminuddin untuk membaca doa manakib. Bacaan manakib sendiri terdiri dari bacaan yang berisi pujian dan doa kepada Allah SWT. Tradisi tersebut kemudian dilanjutkan oleh putra beliau KH. Abdul Hafidz Aminuddin hingga saat ini. Dan di tangan KH. Abdul Hafidz Aminuddin kegiatan manakib mendapat dukungan yang lebih luas dari masyarakat melewati batas Kabupaten Probolinggo.

Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir ini pertama kali didirikan oleh KH. Abdul Hafidz  Aminuddin pada tahun 1989. Beliau adalah alumni Pon-PesTebuireng, Jombang, kemudian melanjutkan ke Pondok Salafiah Pasuruan. KH. Abdul Hafidz Aminuddin adalah seorang penghafal al-Qur’an (Hafidz). Dan sampai sekarang, beliau mengajar langsung santri-santri yang menghafalkan al-Qur’an, baik putra maupun putri.

Kegiatan pesantren diawali dengan pengajian mingguan manakib Syekh Abdul Qodir al-Jailani yang diikuti oleh santri dan masyarakat sekitar Probolinggo. Santri berdatangan dari seluruh desa di Kab. Probolinggo. Dalam kegiatan ini semua putera dan putri KH. Abdul Hafidz Aminuddin ikut berperan memajukan sarana dan prasarana pondok pesantren Syekh Abdul Qodir al-Jailani. Akhirnya, pondok ini berkembang pesat karena mendapat dukungan dari masyarakat.

Kini, jumlah santri yang tinggal di pondok pesantren Syekh Abdul Qodir al-Jailani sekitar 1.000 santri putra dan putri, termasuk anak-anak yatim piatu yang berjumlah sekitar 300 orang. Sedangkan jamaah manakib sekitar 10.000 s/d 15.000 orang dari berbagai kota di Jawa, seperti Probolinggo, Jember, Situbondo, Malang, Madura, Kediri, Batang dan Jakarta. Bahkan beberapa santri berasal dari Bengkulu.

Pondok pesantren Syekh Abdul Qodir al-Jailani, semenjak awal berdirinya sampai sekarang, memiliki tujuan untuk mendidik masyarakat berwawasan ASWAJA (ahlus sunnah wal jamaah) dalam upaya mencerdaskan bangsa serta membantu pemerintah dalam usaha menciptakan manusia seutuhnya. Pondok pesantren ini berupaya untuk membangun masyarakat yang maju yang selaras dengan tuntutan zaman.

image