Menjelang bulan Ramadhan 1431H (Juli 2010) beberapa pengurus IKADI yang memiliki perhatian lebih dalam hafalan Al Quran (Ust.Abu Hasanuddin, ust. Syukri Nur Salim & Agus Rohmawan) bermufakat di rumah Ust. Khoirul Hadi, Lc dan rumah Ir.H. Endang Sulaeman untuk memperjuangkan Al Quran dengan mendidik generasi-generasi qurani dalam wadah pondok pesantren tahfizh quran. Saat itu kami tidak memiliki tanah ataupun dana, baru sebatas keinginan yang sangat menggebu-gebu. Informasi tanah di berbagai tempat untuk lokasi pondok kami cari. Dari berbagai pertimbangan kami memilih lokasi tanah seluas 8047m2 di km7 jalan Wisata Rembangan.

Pada tanggal 15 Agustus 2010 bertepatan dengan tanggal 5 Ramadhan 1431H bersamaan dengan acara pengajian akbar rutin IKADI di lapangan PTPN XII dengan pembicara KH Dr Ahmad Hatta MA dilaunchinglah niatan tersebut kepada jamaah pengajian, untuk bersama-sama membebaskan tanah dengan sistem Sertifikat Wakaf Tunai (SWT), dengan harga Rp. 80.000/m2. Untuk memudahkan masyarakat yang akan berwakaf SWT dibuat berdasarkan pecahan 1m , 5m, 10m, 25m, dan 100m.